Kira-kira sejak lima tahun lalu Kiai Said Aqil Siroj memulai bersikap tegas dan kukuh menentang dan melawan keras Wahabi di Indonesia. Selama itu pula PBNU menutup komunikasi dengan Kedubes Saudi Arabia. Hal itu bermula dari peristiwa tokoh utama Wahabi berkata dan bersikap sombong dan congkak terhadap beberapa kiai saat acara resmi. Kiai Said Aqil tentu sangat geram dan marah namun masih bisa menahan diri.

Kini ada indikator situasi di Saudi Arabia membaik. PBNU pun kembali membuka komunikasi dengan Kedubes Saudi Arabia yg saat ini bertekad mengembangkan Islam moderat. Kepada Kiai Said Aqil, Dubes Saudi Arabia, Usamah bin Muhammad menyampaikan komitmen Kerajaan Saudi Arabia dlm mengembangkan Islam moderat. “Yang lalu biarlah berlalu. Mari kita bekerjasama mengembangkan Islam moderat.” Kata Usamah.

KH Said Aqil Siroj mengatakan kepada Dubes Arab Saudi, “Saya tidak mempersoalkan Pemerintah Saudi Arabia, yang saya tentang selama ini Wahabi alumni Saudi Arabia yang mensyirik syirikkan, mengkafir kafirkan, membid’ah bid’ahkan muslim Indonesia.”

Kiai Said Aqil melanjutkan, ada keluhan dari jamaah haji karena saat keluar dari pesawat langsung diberi ‘buku saku’ yang sengaja dibagi-bagi. Maka sudah saatnya sekarang Pemerintah Saudi Arabia menghormati perbedaan mazhab di tanah Haram.

Kiai Said menyambut gembira komitmen moderasi di Saudi Arabia. Karena itu Kiai Said Aqil bersedia memfasilitasi komunikasi dengam kiai-kiai pondok pesantren.

“Dalam waktu dekat ada Munas dan Konbes NU. Silahkan bicara langsung dengan para kiai.” Kata Kiai Said Aqil.

Semoga masa depan Wahabi makin suram khususnya di Indonesia. Umat Islam pun bisa beribadah dengan tenang.