Foto itu fenomena warung modern di Randu Agung Lumajang Jawa Timur. Indomaret milik pengusaha besar, sedangkan Toko Basmalah milik masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan.

Keduanya diberi ruang usaha yang sama dan kesempatan yang sama.  Indomaret mempunyai 14. 000 di tahun 2016 dan menargetkan paling tidak tahun 2017 menambah sekitar 1.600 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan Toko Basmalah mempunyai di kisaran 80 outlet yang hanya tersebar di Jawa Timur. Selanjutnya kembali ke masyarakat untuk menentukan kemana dia berbelanja.

Banyak faktor yang membuat seseorang memilih tempat berbelanja. Harga adalah salah satu faktor diantara sekian banyak pertimbangan. Banyak orang memburu harga murah. Namun tidak sedikit pula memburu kenyamanan berbelanja. Maka dunia usaha pun bukan sesuatu yang didominasi oleh profit an sich, unsur kemanusiaan pun mempengaruhinya.

Bisnis di era kini tidak lagi hanya mengeruk keuntungan tapi juga harus memperhatikan faktor kemanusiaan. Karena itu tempat belanja yang makin varian seperti Indomaret dan Toko Basmalah  yang berhadapan itu bukan berarti keduanya bersiap saling tikam. Trend bsnis di era globalisasi justeru antar institusi bisnis disatukan oleh etika bisnis yang tunggal. Disatukan oleh sistem informasi. Diseragamkan oleh aturan formal. Serba tunggal dan global. Maka tak heran jika kita melihat sekian banyak toko berjejer tampak tenang dan terwujud dunia usaha yang harmoni.

Logika usaha konglomerat dengan sekelompok orang di koperasi nyaris sama. Keduanya menggenjot pendapatan setinggi-tingginya. Keduanya juga harus terus berinovasi. Tak ketinggalan pula keduanya harus menerapkan manajemen yang efisien. Tujuannya sama yaitu meraih keuntungan. Bedanya, konglomerat menggunakan konsep usaha yang menumpuk keuntungan pada segelintir orang. Setelah akumulasi keuntungan diraih biasanya menyisihkan sekian persen dari keuntungan tersebut untuk Corporate Social Responsibility  (CSR). Artinya, orientasi individu adalah tahapan untuk menuju kepentingan publik yang oleh Adam Smith disebut the invisible hands.

Sedangkan para penggerak koperasi membagi keuntungan usaha kepada sekian banyak orang yang menjadi anggotanya. Konglomerasi identik dengan pertumbuhan ekonomi sedangkan sistem koperasi identik dengan pemerataan ekonomi.

Keduanya tentu melibatkan modal yang terus berputar, kompetisi dan sama-sama mengandung kepentingan individu atau kelompok di satu pihak dan kepentingan publik di pihak yang lain. Begitu juga masing-masing dari keduanya pada saat tertentu mempunyai social welfare.

Terkhusus, Toko Basmalah mengusung sistem syariah, sedangkan Indomaret mendasar pada logika dagang.

Bismillah, selamat berbelanja.