Oleh Muhammad Sulton Fatoni (Dosen Sosiologi di unusia.ac.id)

Bangkalan: Generasi muda saat ini telah menikmati kemerdekaan dan mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang. Kondisi ini tak lepas dari gerakan reformasi yang telah melahirkan demokrasi. Maka spirit Islam Nusantara bahwa hidup adalah belajar dan berkreasi adalah benar. Demikian intisari ‘Kuliah Umum ‘Menjunjung Tinggi Asa Menuju Negeri Nusantara’ yang diselenggarakan di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan bersama Muhammad Sulton Fatoni, Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta.

Sulton Fatoni mengatakan bahwa anak-anak muda yang saat ini menjadi Menteri itu dulu tak pernah membayangkan masa depannya sebaik ini. Mereka belajar bermotif ilmu, tidak peduli kondisi Indonesia saat itu yang represif dan hanya dikuasai kelompok tertentu. Mereka tak pernah tahu kapan perubahan akan terjadi. Ternyata suatu zaman berubah dan berpihak kepada para pewaris ilmu dan peradaban.

Menurut Sulton, Anak muda Indonesia saat ini justeru mendapat tantangan untuk terus belajar keras. Mencontoh Soekarno yang terus belajar dan berkreasi di tengah kolonialisme. Mengikuti jejak para kiai yang terus belajar dan mengajar di tengah keterbatasan. Karena itu anak muda saat ini perlu mengikuti jejak leluhurnya.

Contoh spirit belajar yang perlu diikuti, saat ada gagasan ‘Islam Nusantara’ tiga tahun lalu, justeru pemikiran dari sisi Tafsir al Quran muncul dari KH Maimoen Zubair, dari sisi budaya dikemukakan KH Said Aqil Siroj, dari sisi fiqh dari KH Ma’ruf Amin, dari sisi Ushul Fiqh dari KH Afifuddin Muhajir dan lainnya.
“Tokoh-tokoh itu telah berusia lanjut tapi masih produktif gagasan. Lantas, dimana anak-anak mudanya? Ada, spirit itu masih ada hingga kini.” Kata Sulton yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Tantangan lainnya, Pemerintah telah menyiapkan beasiswa untuk melanjutkan studi. Alokasi dana riset juga cukup tersedia. Kemudahan studi saat ini buah dari kesadaran bersama tentang kompetisi kehidupan di masa depan. Belajar dan berkarya itu amanah kehidupan. KH Nawawi Banten, KH Mahfudz Termas, KH Cholil Bangkalan, KH Achmad Chatib Sambas, KH Hasyim Asyari, Bung Karno itu dikenang hingga kini karena belajar dan berkarya.
“Kuliah setinggi-tingginya, lakukan riset. Dana sudah tersedia. Saat ini tak ada alasan untuk tidak belajar kecuali yang malas belajar.” Ujar Sulton Fatoni.

Kuliah Umum diikuti oleh civitas akademika UTM Bangkalan, perwakilan BEM se Bangkalan, yang juga dihadiri Rektor UTM Dr. Muhammad Syarif dan Wakil Rektor Budi Mustiko, M.H.