Oleh Muhammad Sulton Fatoni (Dosen Sosiologi di unusia.ac.id)

Awal memerintah sebagai Presiden, Jokowi mengumpulkan para Gubernur di Istana Bogor. Pada moment tersebut Presiden Jokowi memamerkan baju barunya yang bermotif batik produksi Kampung Kauman Solo. Saya sudah bolak-balik ke Solo, tidak pernah ke Kampung Kauman. Seperti apakah Kampung Kauman Solo itu?

Saat bertandang Ke Solo, saya sempatkan berkunjung ke Kampung Kauman. Tak sulit menemukan lokasinya. Menelusurinya pun tak memerlukan berpeluh-peluh keringat. Sepintas Kauman tak ubahnya kampung lainnya yang berbalut kesederhanaan. Namun siapa sangka bahwa di kampung ini telah lahir berjuta-juta lembar kain bermotif batik dan telah tersebar seantero dunia. Kain batik yang telah dipakai oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kekuatan seni warga Kauman memang membanggakan. Hal ini tak lepas dari Kauman dulu sebagai pemukiman kaum abdi dalem Keraton Kasunanan. Batik yang berkembang kuat di dalam keraton akhirnya terbawa ke luar keraton dan menjadi aktivitas masyarakat terutama para perempuan (Rahardjo, 2011).

Saat ini terdapat lebih dari 30 industri batik di Kampung Batik Kauman. Terdapat tiga jenis batik yang kuat berkembang, yaitu batik klasik dengan motif pakem atau batik tulis; batik cap dan batik kombinasi cap dan tulis. Dari tiga jenis batik tersebut yang menjadi produk unggulan adalah batik tulis yang harganya tembus jutaan rupiah.

Batik produk warga Kauman bersifat inklusif. Saat ini yang memakainya tak hanya para pejabat Kraton Kasunanan. Harga pun bisa dijangkau oleh semua kalangan, dari Presiden hingga masyarakat biasa. Pakaian motif batik ada yang dijual seratus ribu rupiah, namun ada pula yang dijual tiga juta rupiah perlembar dengan luas kira-kira 2.5 meter.

Kekuatan Kampung Kauman tentu saja tidak hanya batik. Eksotisme orang Jawa tetaplah menjadi faktor penting Kampung Kauman. Pengunjung Kauman tak perlu rikuh apalagi nervous mengingat warga Kauman sangat ramah, santun dan bersahabat.

Akhirnya, belajar dari Kampung Kauman, idealnya setiap desa mempunyai karakteristik. Suatu keistimewaan yang menjadi pembeda dari komunitas lainnya. Kampung Kauman telah memiliki semua itu hingga masyarakatnya pun percaya diri mendeclare kampungnya sebagai tujuan wisata.