Lumajang: Indonesia berpotensi mengalami ledakan intelektualitas dalam dua puluh lima tahun ke depan. Pada era tersebut akan terjadi penguasaan faktor-faktor produksi oleh generasi usia produktif yang berada di pelosok negeri. Optimisme ini menjadi salah satu kesimpulan Kuliah Umum di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Miftahul Ulum Lumajang yang menghadirkan narasumber Muhammad Sulton Fatoni, Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jakarta.

Ledakan intelektualitas nanti akan menguntungkan Indonesia karena persebarannya merata hingga ke desa-desa. Ledakan intelektualitas itu nanti bahkan akan menyerbu negara-negara yang masih minim tingkat pemahamannya tentang khazanah keislaman. Mereka nanti berani bersaing di luar negeri memperebutkan posisi-posisi strategis, minimal di tiga puluh enam negara di Asia, Eropa, Australia dan Afrika,” ucapnya.

Ledakan intelektualitas ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang saat ini memihak pada dunia pendidikan dengan menyertakan kekuatan civil society. Anggaran Besar di dunia pendidikan memang tidak bisa dinikmati sekarang. Namun jika konsistensi pemerintah dipertahankan dalam dua puluh tahun ke depan maka ledakan intelektualitas itu memajukan Indonesia.

Keterlibatan civil society yang tidak berorientasi kepada provit dalam penyelenggaraan pembelajaran dan perkuliahan akan memperluas persebaran dan jangkauan generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kekuatan civil society dalam konteks ini dapat dijadikan alat melakukan kontrol terhadap proses kompetisi yang berorientasi akumulasi. Sehingga kelompok civil society mampu menghindarkan generasi muda teralienasi dari institusi pendidikan.